Atasi Masalah Sampah di Pekanbaru, KLHK Kirim Tim Khusus Bantu Polda Riau

Darrel - 04/03/2021
Atasi Masalah Sampah di Pekanbaru, KLHK Kirim Tim Khusus Bantu Polda Riau
 - (Darrel)
Penulis
|
Editor

Darrel.id – Kasus pengelolaan sampah di Pekanbaru, Riau mendapat perhatian nasional karena faktanya tidak tertangani dengan baik.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengerahkan tim khusus bantu Polda Riau menangani kasus itu.

“Ibu Menteri (Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar) mengatakan akan ikut mengawal perkembangan kasus ini dan berjanji dalam waktu dekat menurunkan tim khusus dari KLHK untuk membantu kami,” kata Wakapolda Riau Brigjen Pol Tabana Bangun melalui siaran pers, Kamis (4/3/2021).

Siti Nurbaya Bakar mendukung upaya penanganan kasus sampah di Kota Pekanbaru itu. Tim Ditreskrimum Polda Riau diundang Siti Nurbaya Bakar ke Jakarta untuk membahas penanganan tindak pidana pengelolaan sampah tersebut.

“Dalam pertemuan ini kami saling berdiskusi masalah pengelolaan sampah di Pemkot Pekanbaru dan dampak lingkungannya pada warga kota. Pada prinsipnya beliau mendukung penuh pada langkah-langkah yang dilakukan Polda Riau saat ini,” tutur Tabana.

Persoalan sampah di Kota Pekanbaru awalnya terlihat sepele. Kemudian, menjadi sorotan publik karena mengganggu kenyamanan masyarakat hingga berujung proses hukum.

Polda Riau meningkatkan penanganan perkara dugaan kelalaian pengelolaan sampah itu ke tahap penyidikan pada 15 Januari 2021. Dugaan kelalaian pengelolaan sampah bermula dari keresahan warga dengan penumpukan sampah yang berlarut-larut di Januari 2021.

Kemudian, pada 1 Februari 2021, KLHK memberikan surat kepada Wali Kota Pekanbaru perihal pengelolaan sampah. Penumpukan sampah menyebabkan pencemaran lingkungan. Polda Riau telah memeriksa beberapa saksi dan saksi ahli dalam kasus tersebut.

Saksi yang diperiksa ada 13 saksi masyarakat, 17 saksi Dinas LHK, Sekda Kota Pku, Wali Kota Pekanbaru, pihak swasta, ahli lingkungan hidup, ahli pidana, ahli administrasi negara, ahli pengadaan barang dan jasa.

Polda Riau menerapkan Pasal 40 dan atau Pasal 41 UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta. (in)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X