Dampak Pandemi Korona, 60 Hotel di Bali akan Dijual

Darrel - 04/02/2021
Dampak Pandemi Korona, 60 Hotel di Bali akan Dijual
 - (Darrel)
Penulis
|
Editor

Darrel.id – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Bali, Rai Suryawijaya menyebutkan imbas dari pandemi Covid-19 membuat 60 hotel yang tersebar di Pulau Dewata akan dijual.

“Iya ada 60 hotel yang (akan) dijual. Itu sebelum pandemi Covid-19 ini 27 hotel yang mau dijual. Pasca-pandemi Covid-19 bahkan meningkat 60 itu mau dijual. Bintang berapa saja ada, di seluruh Bali ada hotel yang mau dijual sekarang,” kata Suryawijaya saat dihubungi, Kamis (4/2).

Ia menerangkan, dijualnya hotel-hotel tersebut karena tingkat hunian sangat rendah selama ini, berkisar antara 5 hingga 7 persen. Di sisi lain, para pelaku usaha hotel harus membayar kewajiban utang di bank.

“Karena tingkat hunian sangat rendah, iya 5 persen, 7 persen, yang terisi lima kamar jadi tidak bisa menutupi. Yang kedua tentu tidak bisa membayar kewajiban untuk di bank. Karena ada utang di bank pengembalian pinjaman. Walaupun dikasih relaksasi, tetap kewajibannya (dibayar),” imbuhnya.

Bila pandemi Covid-19 belum usai, tentu efeknya ke depan akan ada lagi hotel yang dijual. “Akan bertambah, bisa jadi. Dan kemungkinan besar kalau (pandemi Covid-19) masih ini lama, banyak yang pailit,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, agar tidak banyak hotel di Bali dijual pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan pinjaman lunak kepada para pelaku usaha hotel.

“Iya harus segera diberikan pinjaman lunak. Iya mengusulkan untuk diberikan pinjaman lunak bukan tawaran, mengusulkan,” katanya.

Untuk kerugian di sektor pariwisata di Bali sejak adanya pandemi Covid-19 mencapai sekitar Rp 10 triliun per bulan. Sementara para pelaku usaha hotel sudah sangat berat untuk bertahan.

“Hitungan dari devisa saja Rp 10 triliun perbulan untuk Bali saja. Jujur selama ini (pelaku usaha hotel) tidak kuat lagi. Karena, maintenance dan operasional club incomenya minim,” ujar Suryawijaya. (ma)

Baca Juga :  Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Cholil Nafis: Kehalalannya Tanggung Jawab MUI

Tinggalkan Komentar

Close Ads X