Jalan Ke Bukit Lawang Rusak Berat, Perekonomian Warga Terganggu

Darrel - 26/03/2021
Jalan Ke Bukit Lawang Rusak Berat, Perekonomian Warga Terganggu
 - (Darrel)
Penulis
|
Editor

Darrel.id – Langkat | Sudah lebih dari setahun, jalan penghubung menuju objek Wisata “Bukit Lawang” yang terkenal hingga ke Mancanegara, tepatnya di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, mengalami rusak parah.

Rusaknya jalan penghubung di Kecamatan Kuala tersebut menurut warga sekitar, dikarenakan banyaknya Truk Tronton bermuatan batu yang melebihi tonase. Akibatnya, jalan dipenuhi dengan lubang yang menganga serta berdebu disaat musim kemarau.

“Gimana gak rusak, setiap hari ratusan truk besar bermuatan batu, selalu melintasi jalan ini,” ucap warga sekitar yang mengaku bernama Sitepu.

Dari amatan saat berada dilokasi jalan rusak, Jumat (26/3/2021), terlihat sepanjang 3 Kilometer jalan penghubung yang berada di Kecamatan Kuala, mengalami kerusakan. Selain berlubang jalan tersebut juga berdebu.

Jalan penghubung yang mengalami kerusakan ini melintasi 3 Desa yang ada di Kecamatan Kuala, yaitu Desa Kampung Banten, Desa Pondok Mahoni dan Desa Selampe.

Disepanjang jalan itu terpasang beberapa tulisan yang dibuat warga sebagai bentuk kekesalan mereka. “Pak Supir, tolong pelan pelan, kami bukan takut Corona, tapi kami takut kena TBC,” tulis warga yang terpasang di pinggir jalan.

Beberapa masyarakat juga menyebutkan, warga sekitar juga pernah melakukan aksi protes terkait rusaknya jalan itu. Namun hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Warga pernah demo sekitar 2 bulan yang lalu. Janjinya mau dibetuli, tapi sampai sekarang apapun tidak. Malah jalannya semakin parah,” ucap Wage, warga Desa Pondok Mahoni.

Saat ditanya darimana asal batu yang dimuat di truk Tronton tersebut, pria yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual Bakso itu mengatakan jika batu batu dimuat dari luar Kecamatan Kuala.

“Setahu saya batu batu itu diambil dari Kecamatan Wampu,” ungkapnya.

Untuk itu, warga berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Dinas terkait, untuk segera memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan ini.

” Seharunya pemerintah malu, karena jalan ini merupakan jalan menuju Wisata Bukit Lawang yang sudah terkenal sampai Luar Negeri,” kata masyarakat dengan nada kesal.

Kekesalan warga pun beralasan. Sebab mereka setiap hari selalu menghirup debu apabila musim kemarau dan becek apabila tiba musim penghujan.

Rusaknya jalan itu

 

menurut warga juga mengakibatkan perekonomian mereka terganggu. “Kasian warga yang melintas kerap terjatuh karena masuk lubang,” ungkap beberapa warga lainnya. (Ory)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X