KPK Sita Rumah Stafsus Edhy Prabowo, Diduga Dari Hasil Suap

Darrel - 03/03/2021
KPK Sita Rumah Stafsus Edhy Prabowo, Diduga Dari Hasil Suap
 - (Darrel)
Penulis
|
Editor

Darrel.id – Rumah milik tersangka kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andreau Misanta Pribadi (AMP) telah disita KPK.

Penyitaan tersebut dilakukan KPK pada Rabu (3/3/2021) dengan sekaligus memasang plang sita pada rumah kediaman pribadi milik tersangka AMP yang beralamat di Jalan Cilandak I Ujung Nomor 38 RT 03 RW 10 Cilandak.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan sebelumnya KPK juga telah menyita satu unit vila berikut tanah seluas kurang lebih 2 hektar di Desa Cijengkol, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Vila tersebut diduga milik tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) yang diduga dibeli dengan uang yang terkumpul dari para eksportir yang mendapatkan izin pengiriman benur di KKP. Namun, belakangan Edhy mengaku vila yang disita itu bukan miliknya.

Dalam kasus suap perizinan ekspor benur itu, KPK sudah menetapkan tujuh tersangka.

Sebagai penerima, yaitu Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Andreau Misanta Pribadi (AMP), Amiril Mukminin (AM) selaku sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), dan Ainul Faqih (AF) selaku staf istri Edhy.

Sementara itu tersangka pemberi suap yaitu Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Suharjito didakwa memberikan suap senilai total Rp2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS (sekitar Rp1,44 miliar) dan Rp706.055.440 kepada Edhy.

Suap diberikan melalui perantaraan Safri dan Andreau selaku staf khusus Edhy, Amiril selaku sekretaris pribadi Edhy, Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy yang juga Anggota DPR RI Iis Rosita dan Siswadhi Pranoto Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus pendiri PT ACK. (iz)

Baca Juga :  OTT Walikota Cimahi, KPK sita Uang Rp 425 Juta

Tinggalkan Komentar

Close Ads X