Menaker Gelar Dialog Virtual Kepada Forum Rektor, Bahas UU Ciptaker

Darrel - 11/10/2020
Menaker Gelar Dialog Virtual Kepada Forum Rektor, Bahas UU Ciptaker
 - ()
Penulis
|
Editor

Jakarta, Darrel.id- Sebanyak 24 rektor universitas negeri dan swasta berpartisipasi dalam dialog virtual yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan Bersama Forum Rektor Indonesia (FRI). Dialog tersebut membahas substansi RUU Cipta Kerja yang baru disahkan menjadi Undang-Undang pekan lalu.

Dalam sesi dialog tersebut, Ida menjelaskan empat urgensi perumusan RUU Cipta Kerja. Pertama, perpindahan lapangan kerja ke negara lain. Kedua, daya saing pencari kerja relatif rendah dibanding negara lain. Ketiga, penduduk yang tidak/belum bekerja akan semakin tinggi. Keempat, Indonesia terjebak dalam middle income trap.

Ida juga memaparkan hal-hal yang selama ini salah dipahami oleh masyarakat tentang UU Cipta Kerja.

“Dengan RUU Cipta Kerja kita harapkan adanya perubahan struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja,” ujar Ida dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2020).

Ida menambahkan, penerapan UU Cipta Kerja diharapkan menjadi solusi untuk menyerap tenaga kerja. Ia merinci, saat ini ada 7,05 juta pengangguran pada tahun 2019 plus 3,5 juta orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19, sehingga dibutuhkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Ketua FRI sekaligus Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyambut positif adanya dialog antara Forum Rektor dengan pemerintah. Ia mengatakan, dialog tersebut memperkuat komunikasi dan silaturahmi sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang substansi UU Cipta Kerja.

“Ini kesempatan sangat baik juga bagi para Rektor untuk memberi masukan kepada pemerintah baik tentang substansi maupun aspek hukum UU Cipta Kerja,” kata Arif.

Senada dengan Arief, para rektor universitas menyambut baik dialog dengan Menaker, untuk membicarakan secara rinci dan substansi UU Cipta Kerja. Dialog tersebut sekaligus meluruskan isu-isu tidak benar yang luas beredar.

Selain Rektor IPB Diskusi Forum Rektor dihadiri Rektor UGM, UTI, Universitas Al-Azhar, Unessa, Perbanas, Unand Padang, Untan, Ketua STIKES Mitra Keluarga, UNG, UNP, Unimal, ITB-AD, ISBI Bandung, UNP Padang, Telkom University, Direktur Poltek Pos, UIN Jakarta, Unsrat, Unbraw Malang, Unila, Universitas Al Ghifari Bandung, dan Universitas Pertamina. (dtc/ba)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X