Menu

Mode Gelap

News · 2 Mar 2022 19:17 WIB ·

Komnas HAM Sebut Keterlibatan Oknum TNI-Polri di Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat


 Masyarakat membantu pasien yang berada di kerangkeng untuk merusak jeruji besi di belakang rumah Bupati Langkat beberapa waktu lalu Perbesar

Masyarakat membantu pasien yang berada di kerangkeng untuk merusak jeruji besi di belakang rumah Bupati Langkat beberapa waktu lalu

Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapati adanya keterlibatan oknum TNI-Polri dalam kasus kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Komnas HAM pun meminta para oknum-oknum yang terlibat diusut.

“Kita Mendapatkan keterangan, ada beberapa oknum anggota TNI dan Polri terlibat dalam proses kerangkeng tersebut. Kami juga mengetahui tjumlah serta nama masing-masing dan informasi penunjang lainnya terkait oknum aparat tersebut hingga ke pangkatnya,” ucap Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam jumpa pers, Rabu (2/3/2022) .

Dalam keterangannya, ia juga menjelaskan adanya tindakan kekerasan dan merendahkan martabat oleh oknum-oknum yang terlibat. Selain itu, ada pula oknum kepolisian yang menyarankan pelaku kriminal untuk menjadi penghuni kerangkeng. Meski begitu, saat ini dilakukan pendalaman pelanggaran hukum atas permintaan Komnas HAM.

“Jadi kalau dikatakan misalnya melatih fisik gitu, terus sharing soal mtodologi latihan fisik termasuk gantung monyet misalnya. yang berikutnya ada salah satu oknum anggota TNI yang juga melakukan kekerasan. kami mendapatkan informasi tersebut,” kata Anam.

Kekinian, Polda Sumut masih mendalami kasus dugaan tewasnya penghuni kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin, status kasus itu sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasus ini diproses Polda Sumut dengan dua laporan polisi yang masuk yakni, LP/A/263/2022/SPKT POLDA SUMUT, tanggal 10 Februari 2022, korban berinisial SG dan LP/A/264/2022/SPKT POLDA SUMUT, tanggal 10 Februari 2022, korban berinisial ASI alias Bedul.

Selain itu, sudah dilakukan rangkaian penyelidikan dan gelar perkara pada Sabtu 26 Februari 2022 dengan memeriksa lebih dari 70 saksi. Saksi yang diperiksa termasuk Terbit dan keluarga terdekatnya.

Petugas juga melakukan olah TKP dan menyita sejumlah barang bukti di antaranya surat pernyataan, kursi panjang terbuat dari kayu tempat memandikan jenazah, gayung untuk memandikan jenazah, kain panjang motif batik, tikar plastik dan selang kompresor. (sr)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gempa di Pasaman dan Pasaman Barat, 6 meninggal termasuk 2 anak-anak, 20 luka-luka – apa yang sejauh ini kita ketahui?

25 Februari 2022 - 17:01 WIB

Gempa di Pasaman

Puas Menganiaya, Pria di Taput akhiri hidupnya dengan Tenggak racun

25 Februari 2022 - 16:21 WIB

Baku Tembak dengan TPNPB, Dua Prajurit TNI Dilaporkan Tewas

27 Januari 2022 - 10:11 WIB

Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga

Polisi Ringus Pelajar SMA dan ASN yang terlibat dalam Pembobolan Brankas KPU

27 Januari 2022 - 09:59 WIB

ils: brankas

Diduga Pakai Bahan Ayam Tiren, Produsen Bakso di Bantul diamankan

23 Januari 2022 - 05:13 WIB

ils Bakso

Mengerikan! CCTV Detik-detik Kecelakaan Maut Truk Tronton di Balikpapan

21 Januari 2022 - 03:33 WIB

Foto: Rekaman CCTV detik-detik kecelakaan maut truk tronton tabrak sejumlah pengendara di Balikpapan, Kaltim
Trending di News