Sisa Sebulan Lagi, Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp273,5 Triliun

Darrel - 21/12/2020
Sisa Sebulan Lagi, Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp273,5 Triliun
 - ()
Penulis
|
Editor

Jakarta, Darrel.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak sampai akhir November 2020 baru Rp925,3 triliun. Artinya dengan sisa satu bulan lagi tahun ini, penerimaan pajak masih kurang Rp273,5 triliun dari target dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp1.198,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak pada bulan lalu sedikit mengalami perbaikan. Sayangnya penerimaan pajak masih tumbuh negatif 18,6 persen dibandingkan penerimaan pajak pada periode sama tahun lalu yang Rp1.136,1 triliun.

“Dalam hal ini kita akan tetap menjaga dan terus mempertahankan agar negatifnya tidak semakin dalam,” kata Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Senin, 21 Desember 2020.

Ia merinci penerimaan pajak terdiri dari penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) migas sebesar Rp29,2 triliun atau 50,8 persen dari target Rp31,9 triliun. Sri Mulyani mengatakan PPh migas mengalami kontraksi hingga 44,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mengumpulkan Rp52,8 triliun.

Penerimaan dari pajak nonmigas tercatat Rp896,2 triliun atau 56,5 persen dari target Rp1.167 triliun. Ini terdiri dari PPh nonmigas Rp492,6 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp378,8 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PPB) Rp19,1 triliun, dan pajak lainnya Rp5,7 triliun.

Sementara itu, penerimaan bea cukai tercatat Rp183,5 triliun atau 89,2 persen dari target Rp205,7 triliun. Realisasi penerimaan bea cukai masih tumbuh 4,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, sehingga diproyeksi penerimaannya bisa mencapai target.

Sri Mulyani menambahkan penerimaan bea cukai terdiri dari penerimaan cukai sebesar Rp151,1 triliun atau 83,7 persen dari target Rp172,2 triliun, serta penerimaan pajak perdagangan internasional dari bea masuk Rp29,1 triliun dan bea keluar Rp3,3 triliun.

“Kita melihat pertumbuhan bea masuk masih kontraksi 13,5 persen, sedangkan untuk bea keluar mulai terjadi sedikit positif 3,9 persen karena harga-harga mulai membaik dan aktivitas perdagangan sudah mulai meningkat,” pungkasnya

Baca Juga :  Pendatang wajib tunjukkan hasil rapid tes non reaktif masuk Kota Tebing Tinggi

Tinggalkan Komentar

Close Ads X