Soal Perpres Investasi Industri Miras, Berikut ini Beberapa Persyaratannya

Darrel - 01/03/2021
Soal Perpres Investasi Industri Miras, Berikut ini Beberapa Persyaratannya
 - (Darrel)
Penulis
|
Editor

Darrel.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Dalam aturan tersebut, Jokowi kembali membuka bidang usaha yang sebelumnya masuk Daftar Negatif Investasi (DNI).

Salah satunya, yaitu membuka kembali investasi minuman beralkohol atau minuman keras dan minuman alkohol yang terbuat dari anggur.

Untuk diketahui, sebenarnya telah ada perusahaan yang berinvestasi di Indonesia yaitu PT Delta Djakarta Tbk yang mana sebagian sahamnya milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk yang memproduksi bir Heineken.

Banyak penolakan di masyarakat terkait pembukaan investasi minuman keras (miras). Namun, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha yang ingin membuka usaha miras.

Adapun berikut persyaratan pelaku usaha yang ingin berinvestasi industri miras yang dikutip dari Perpres tersebut:

1.Pelaku usaha hanya bisa berinvestasi di empat daerah Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

2.Pelaku usaha juga harus memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

3.Penanaman ModalĀ  dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.

4.Penanam Modal asing hanya dapat melakukan kegiatan usaha pada Usaha Besar dengan nilai investasi lebih dari Rp 10 miliar di luar nilai tanah dan bangunan.

5.Memiliki, Jaringan distribusi dan tempat khusus. (sa)

Baca Juga :  Belum Ada Sepekan Sejak "Legalisasi Investasi Miras", Jokowi Cabut Aturan Tersebut Dalam Perpres

Tinggalkan Komentar

Close Ads X