Terlibat Kasus Dugaan Pemerkosaan, PNS Dinas Kominfo Terancam Penjara

Darrel - 27/01/2021
Terlibat Kasus Dugaan Pemerkosaan, PNS Dinas Kominfo Terancam Penjara
 - (Darrel)
Penulis
|
Editor

Darrel.id – Pasangan suami istri (pasutri) terlibat kasus pemerkosaan terhadap wanita berinisial S (26) di Bukittinggi dijerat pasal berbeda. AF (36), yang merupakan suami, dijerat dengan pasal 285 KUHP sedangkan istrinya berinisial YN diancam sesuai pasal 289 KUHP.

Kasatreskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution mengatakan, pasal 285 KUHP berbunyi, “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.”

“Sementara istri, tersangka YN, diancam dengan pasal 289 KUH Pidana maksimal 9 tahun penjara,” katanya, Rabu (28/1/2021).

Namun pihaknya belum bisa memastikan keterlibatan YN dalam kasus pemerkosaan terhadap wanita 26 tahun itu. Namun sementara ini, YN ditetapkan sebagai tersangka. YN merupakan PNS di Dinas Kominfo Pemko Bukittinggi.

“Tetapi dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), peran istri cukup bahwa ia membawa korban ke rumah hingga ke dalam kamar,” imbuhnya.

Sebelumnya, tim Opsnal Polres Bukittinggi telah menangkap suami istri tersebut pada Sabtu (23/1/2021), diduga terlibat kasus pemerkosaan terhadap seorang perempuan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/18/I/2021/SPKT Res.Bkt. Tanggal 19 Januari 2021.

Pemerkosaan berawal rasa suka AF terhadap korban, dan berlanjut dengan seringnya AF menggoda korban di tempat mereka berdua bekerja. Sekitar tahun 2018 ketika pulang bekerja tersangka AF memaksa korban untuk naik ke sepeda motor yang dikendarainya. Selanjutnya membawa kerumahnya. Sesampai di rumah, AF memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri dengannya.

Setelah melakukan hubungan suami istri, AF mengancam akan membunuh orang tua korban dan akan menyebarkan foto dan video syur mereka apabila melaporkan kejadian tersebut kepada orang lain.

Baca Juga :  Pemprov Sumut dan Sumbar Bersinergi Penuhi Kebutuhan Pangan

Selanjutnya AF juga sering meminta korban untuk mengirimkan video syur korban melalui pesan WhatsApp, karena merasa takut dengan ancaman pelaku, korban mengirimkan video syur kepada AF.

Pada tahun 2020 hubungan terlarang AF dan korban terkuak oleh sang istri, dan terjadilah percekcokkan di dalam rumah tangga mereka, disitulah AF mengancam akan menceraikan sang istri, karena takut akan diceraikan, sang istri menuruti permintaan suaminya untuk ingin kembali berhubungan dengan korban.

“Ancaman akan diceraikan itulah yang membuat YN menghubungi korban dan membawa korban kerumahnya dan memaksa korban untuk kembali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan suaminya di hadapan YN, dan terjadi sebanyak 2 kali,” terang Kasat Reskrim Polres Bukittinggi Akp Chairul Amri Nasution, SIK.

Pada tanggal 19 Januari 2021 korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bukittinggi, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi sangat menyayangkan keputusan yang diambil oleh sang istri yang menuruti permintaan suaminya karena takut akan diceraikan. (hl)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X