Viral: Curhatan Istri Diusir dan Dipisahkan oleh Keluarga Pihak Suaminya

Darrel - 22/10/2020
Viral: Curhatan Istri Diusir dan Dipisahkan oleh Keluarga Pihak Suaminya
 - ()
Penulis
|
Editor

Medan, Darrel.id – Curhatan seorang perempuan yang telah berumah tangga viral di media sosial, Senin (5/10/2020). Perempuan tersebut bernama Paulina Dewi. Hal itu tertera di akun media sosialnya. Ia mengisahkan pengalamannya dalam mengarungi perjalanan rumah tangganya.

Secara gamblang, ia mengaku tidak malu dalam menceritakan kisah pribadi ini ke publik. Bahkan, pengakuannya, dengan mencurahkan kisah pilunya ini ke media sosial bisa mengurangi beban pikirannya yang disimpan rapat-rapat selama ini. Media sosial dianggapnya sebagai tempat menumpahkan curhatannya. Dan sekaligus berbagi pengalaman untuk sesama.

Sedangkan suamiku sama sekali tidak peduli dan lebih menuruti kemauan mereka. Dan ironisnya statusku digantung tanpa mendapatkan nafkah yang layak hanya Rp 500 ribu sebulan, itu pun mintanya harus berdebat dulu.

Kesedihanku bertambah karena aku kena PHK di awal musim corona datang dan sekarang aku harus cari uang dengan berjualan online. Aku percaya dengan keajaiban doa dan suatu saat hidupku pasti akan diubahkan oleh Tuhan.

Meski sekarang menderita kena dampak corona, namun aku tetap rajin berusaha cari uang dan terus berdoa minta kekuatan dari Tuhan agar aku bisa mengampuni mereka. God is so good.”

Curhatannya ini pun mendapat tanggapan seribuan netizen.

Saat kisahnya ini ditayangkan Tribun-Medan.com, Senin, tulisannya sudah dibagikan netizen via WhatsApp 693 kali, komentar 844, di-like 1.600-an, dan di-share via aplikasi lain sebanyak 778.

Dengan keramahannya, Paulina merespon komentar netizen satu persatu.

“Saya tidak sedang buka aib atau mengumbar. Saya menghindari dari keinginan untuk bundir, dan saya curhat untuk meringankan beban saya, jadi sama sekali tidak untuk umbar aib atau apa pun itu. Hanya sekedar curhat aja. Tuhan memberkati,”ujar Paulina.

Kepada Tribun-medan.com, Paulina mengatakan, kisanya ini mungkin bukan saja dialami oleh dirinya sendiri, tapi mungkin juga dialami orang lain.

“Awalnya kisah nyata saya ini saya tuangkan ke media sosial hanya sekadar unek-unek buang suntuk, karena saya tidak ada tempat curhat,” katanya.

Paulina saat ini berusia 47 tahun, berharap dalam setiap kisah begini bisa menjadi pelajaran bagi yang lain dan mencari solusi yang terbaik.

Namun, sayangnya hingga saat ini, dia dan suami serta pihak keluarga dari suaminya belum ada solusi yang terbaik.

Bahkan, pihak keluarga dari laki-laki selalu ingin dia dan suaminy bercerai.

Teror ancaman perceraian kadang dikirim dari pihak laki-laki kepada Paulina melalui pesan WhatsApp.

Semua pesan percakapan WhatsApp yang memaksa agar dia menceraikan suaminya hingga saat ini disimpannya.

Selama ini, kata Paulina, mereka tinggal di rumah pihak keluarga suaminya.

Di rumah, mereka tinggal bersama sanak keluarganya, baik adik dari suaminya maupun kakak-kakaknya.

Anehnya, selama tinggal dalam satu rumah yang warisan dari keluarga pihak laki-laki, sang adik dari suaminya kerap kali membuat Paulina tidak nyaman di dalam rumah.

“Setiap wanita tentu tidak menginginkan kejadian begini, tapi setidaknya mampu dan kuat untuk menjalaninya,”ujarnya.

“Sebaiknya, jika sudah berumah tangga, biarlah urusan rumah tangga masing-masing tanpa dicampuri terlalu jauh oleh pihak ketiga atau keluarga”.

Ibu yang asal Bandung ini telah memiliki anak dua, di antaranya laki-laki berusia 22 tahun dan perempuan berusia 18 tahun.

Keduanya saat ini sedang menjalani perkuliahan di salah satu perguruan tinggi di Bandung, Jawa Barat.

Paulina Dewi mengaku, saat ini tinggal di kawasan Bintaro menempati rumah saudaranya, sedangkan suaminya tinggal di rumah keluarganya di Bandung.

Tips menyelamatkan perkawinan

Setiap pasangan menikah pasti memiliki problematikanya tersendiri.

Meskipun terbilang normal, ada kalanya Anda berdua mengalami perselisihan yang rumit diselesaikan dengan kepala dingin.

Nah, jika pernikahan sedang dilanda masalah, solusinya adalah menemukan kunci rumah tangga harmonis.

Bagaimana caranya?

Trik mudah yang bisa dilakukan dalam waktu singkat mungkin dapat membantu.

Sebagian orang mencari pertolongan ke konseling pernikahan.

Sebagian lainnya mungkin sedang mencari artikel yang pas untuk menyelamatkan hubungan suami-istri.

Mengutip theasianparent, seorang pakar psikologi pasangan, Belinda Williams, membagikan cara paling mudah yang pernah ada untuk memperbaiki hubungan agar keharmonisan dalam rumah tangga dapat terjalin lagi.

Perhatikan momen-momen kecil

Belinda lebih lanjut menjelaskan, ketika sepasang kekasih memutuskan menikah mereka memiliki banyak waktu untuk membangun sebuah momen intim bersama.

Khususnya ketika pasangan ini belum memiliki anak, momen-momen kecil seperti bermesraan di sofa, saling menggenggam tangan ketika bepergian, atau sekedar bersantai dan mendengarkan musik bersama. Sebab jika sudah memiliki anak, kesempatan untuk menikmati momen-momen kecil ini bisa hilang!

“Tak perlu menunggu momen besar untuk melakukan sesuatu yang berdampak besar terhadap hubungan rumah tangga.”

Belinda menambahkan, “Momen-momen kecil ini ternyata bisa saling menghubungkan rongga jarak yang tercipta dalam sebuah hubungan.”

Hal-hal kecil berperan penting bagi keharmonisan rumah tangga kunci rumah tangga harmonis

Belinda juga mengajak para pasangan untuk mengambil kesempatan-kesempatan kecil untuk menunjukkan betapa saling menyayangi dan mengasihi satu sama lain. Sesederhana menyapa pasangan di pagi hari dengan sebuah kecupan di kening.

“Bisa jadi seperti pelukan singkat ketika kalian berpapasan di ruang keluarga, menggenggam tangan pasangan saat tidur, mengungkapkan betapa kalian saling mencintai dengan berhadapan, atau membuatkan minuman favoritnya saat bersantai di rumah,” jelasnya.

“Ide dasarnya jika kalian hanya mengandalkan momen-momen besar untuk melakukan sesuatu, seringkali momen itu malah tak kunjung datang atau bisa saja terlalu lama sehingga jarak antar koneksi terlampau jauh. Nah, untuk itulah perlunya memanfaatkan momen-momen kecil sebagai kunci rumah tangga harmonis.”

Dilansir tribun Sarannya, perbaiki keharmonisan rumah tangga dengan menghargai setiap momen kecil kunci rumah tangga harmonis

“Jika untuk memperbaiki sebuah keharmonisan rumah tangga hanya memerlukan waktu yang sedikit, maka ini waktunya untuk membuat momen-momen kecil tersebut menjadi nyata,” jelasnya.
(trb/ba)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X